This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Total Tayangan Halaman

Jumat, 07 September 2012

MANUFACTURE TEKNIK


MANUFACTURE TET
Fungsi Mesin Bor
Mesin Bor adalah mesin yang digunakan untuk membuat lubang, alur, dan bisa untuk peluasan dan penghalusan suatu lubang dengan sangat efisien. Perlengkapan Mesin Bor diantaranya adalah :

1.      Kunci Bor
2.      Pengukur Diameter
3.      Pelumasan
4.      Mata Bor
Terdapat Mesin Bor yang sering digunakan diantaranya adalah :

1.      Mesin Bor Meja
2.      Mesin Bor Tiang
3.      Mesin Bor Tegak
4.      Mesin Bor Radial, dll
Kontruksi Mesin Bor
Jenis Mata Bor dalam proses pengeboran adalah sebagai berikut :

1.      Bor Center
2.      Bor Spiral
3.      Bor Ujung Rata
4.      Bor Alur
5.      Bor Peluas Standar
6.      Bor Peluas Ujung
Pada Pengaturan kecepatan harus disesuaikan dengan bentuk, ukuran dan sifat benda kerja yang akan di bor. Hal ini harus diperhitungkan secara tepat agar dalam penggunaan Mesin Bor dapat menghasilkan hasil kerja yangoptimal dan efisien.

Spesifikasi Mesin Bor
Pengaturan kecepatan Mesin Bor dapat dituliskan sebagai berikut :
RPM = Cutting Speed * 4/ Driil Diameter
Keterangan : Rpm adalah putaran Mata Bor per menit, Cutting Speed adalahkecepatan poting (mm/menit), Driil Diameter adalah diameter lubang.
Sebelum Mesin Bor digunakan pada benda kerja, pekerja harus memperhatikan kelengkapan mesin bor, pelumasan, jenis barang yang akan di bor, ukuran diameter bor, arah putaran dan kecepatan
 Mesin Bor dan pencegahan kecelakaan. - Reviewer: Koko Koswara - ItemReviewed: Mesin Bor

Teknik: perkakas manufacture


 Berbagai Jenis Mata Bor & Fungsinya pada proses manufactur teknik
                                                                            
Teknik Energi Terbarukan


Mata bor adalah alat yang paling ideal untuk membuat lubang yang rapih dan presisi. Bisa digunakan pada bahan kayu, plastik ataupun logam. Banyak jenis dan ukuran lubang yang bisa dibuat dengan menggunakan bor, akan tetapi dengan mempertimbangkan ukuran lubang dan jenis bahan kita perlu menggunakan mata bor yang tepat.

Selain itupun jenis bahan pembuat mata bor juga menentukan kualitas hasil pelubangan. lebih keras logam pada mata bor akan lebih halus hasil pengeboran.

Twist Bits
Jenis mata bor yang paling banyak digunakan dan cukup universal fungsinya. Bisa digunakan menggunakan mesin bor tangan atau mesin bor duduk baik secara horisontal maupun vertikal. Mata bor ini bisa untuk membuat lubang pada bahan kayu, plastik atau logam.

Biasanya tersedia dalam ukuran
4 - 12 mm. Lebih baik buat sebuah titik pusat menggunakan paku atau sekrup untuk arahan mata bor ini ketika anda menggunakan mesin bor tangan.

Masonry Bits 
Dirancang untuk membuat lubang pada tembok, beton atau batu. Digunakan dengan mesin bor pada setelan martil (gerakan bir bergetar seperti ketukan martil) dan pada ujung mata bor terdapat logam keras sebagai pemotong. Biasanya tersedia dalam 4-15mm dan mata bor lebih panjang daripada twist bits (300 - 400mm).

Spur Bits 
Dikenal sebagai mata bor kayu dengan ujung mata bor runcing pada bagian tengahnya dan pisau pengiris pada bagian kelilingnya. Ujung runcing di tengah berfungsi untuk menjaga agar mata bor tetap lurus sehingga lubang yang dihasilkan presisi dan dengan yang sama.
Ukuran
yang tersedia sekitar 6-15mm.

Countersink bits
Mata bor ini bersudut 90° pada ujungnya dan berfungsi untuk membuat lubang 45° terhadap permukaan kayu. Biasanya dipakai pada saat membuat lubang untuk kepala sekrup agar permukaan sama rata dengan kayu. Mata bor ini bisa berdiri sendiri dan ada juga yang terpasang langsung dengan mata bor utama untuk membuat lubang sekrup.


Forster Bit 
Yaitu mata bor yang berfungsi untuk membuat lubang engsel sendok. Paling baik apabila dioperasikan dengan mesin bor duduk yang lebih stabil. Karena apabila menggunakan mesin bor tangan akan sulit untuk mengendalikan kestabilan posisi mata bor dan lubang yang dihasilkan kurang berkualitas. Diameter yang tersedia mengikuti standar diameter engsel sendok, dari 15, atau 35 mm.

Hole Saw Bits 
Lebih tepat mungkin kita sebut gergaji lubang karena bentuk mata bornya yang seperti gergaji dengan diameter yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Berdiameter antara 25 - 60mm.

biogas energi modern


Teknik Energi Terbarukan
Biogas

Biogas untuk mengatasi masalah kelangkaan “GAS LPG”
Dewasa ini banyak sekali masalah mengenai naik dan kelangkaan GAS yang menyebabkan demo disetiap daerah, namun kita tidak harus bingung mengatasi masalah gas karena ada terobosan untuk mengatasi hal tersebut yaitu “BIOGAS”. 

Teknologi biogas sebenarnya bukan sesuatu hal yang baru. Berbagai negara telah mengaplikasikan teknologi ini sejak puluhan tahun yang lalu seperti petani di Inggris, Rusia dan Amerika serikat. Sementara itu di Benua Asia, India merupakan negara pelopor dan pengguna biogas sejak tahun 1900 semasa masih dijajah Inggris, negara tersebut mempunyai lembaga khusus yang meneliti pemanfaatan limbah kotoran ternak yang disebut Agricultural Research instutute dan Gobar Gas Research Station, Lembaga tersebut pada tahun 1980 sudah mampu membangun instalasi biogas sebanyak 36.000 unit. Selain negara negara tersebut diatas, Taiwan, Cina, Korea juga telah memanfaatkan kotoran ternak, limbah dari sisa makanan, dan limbah tanman sebagai bahan baku pembuatan biogas.

Biogas merupakan dekomposisi bahan organik secara anaerobik (tertutup dari udara bebas) untuk menghasilkan gas yang sebagian besar adalah berupa gas metan (yang memiliki sifat mudah terbakar) dan karbon dioksida, gas inilah yang disebut biogas.Proses dekomposisi anaerobik dibantu oleh sejumlah mikroorganisme, terutama bakteri metan. Suhu yang baik untuk proses fermentasi adalah 30-55øC, dimana pada suhu tersebut mikroorganisme mampu merombak bahan bahan organik secara optimal. Hasil perombakan bahan bahan organik oleh bakteri adalah gas metan

Pembuatan instalasi
Bangunan utama dari instalasi biogas yaitu.  
Digester yang berfungsi untuk menampung gas metan hasil perombakan bahan bahan organik oleh bakteri. Jenis digester yang paling banyak digunakan adalah model continuous feeding dimana pengisian bahan organiknya dilakukan secara kontinu setiap hari.Besar kecilnya digester tergantung pada kotoran ternak yamg dihasilkan dan banyaknyaÿ biogas yang diinginkan. Lahanÿ yang diperlukan sekitar 16 m2. Untuk membuat digester diperlukan bahan bangunan seperti pasir, semen, batu kali, batu koral, bata merah, besi konstruksi, cat dan pipa prolon.

Syarat lokasi
Lokasi yang akan dibangun sebaiknya dekat dengan kandang sehingga kotoran ternak dapat langsung disalurkan kedalam digester. Disamping digester harus dibangun juga penampung sludge (lumpur) dimana slugde tersebut nantinya dapat dipisahkan dan dijadikan pupuk organik padat dan pupuk organik cair.
Langkah membuat biogas
Setelah pengerjaan digester selesai maka mulai dilakukan proses pembuatan biogas dengan langkah langkah sebagai berikut:
1.      Mencampur kotoran sapi, limbah dari sisa tanaman dengan air sampai terbentuk lumpur dengan  perbandingan   1:1 pada bak penampung sementara. Bentuk lumpur akan mempermudah pemasukan kedalam digester.
2.       Mengalirkan lumpur kedalam digester melalui lubang pemasukan. Pada pengisian pertama kran gas yang ada diatas digester dibuka agar pemasukan lebih mudah dan udara yang ada didalam digester terdesak keluar. Pada pengisian pertama ini dibutuhkan lumpur kotoran sapi  dalam jumlah yang banyak sampai digester penuh
3.      Melakukan penambahan starter (banyak dijual dipasaran) sebanyak 1 liter dan isi rumen segar dari rumah potong hewan (RPH) sebanyak 5 karung untuk kapasitas digester 3,5 - 5,0 m2. Setelah digester penuh, kran gas ditutup supaya terjadi proses fermentasi.
4.      Membuang gas yang pertama dihasilkan pada hari ke-1 sampai ke-8 karena yang terbentuk adalah gas CO2. Sedangkan pada hari ke-10 sampai hari ke-14 baru terbentuk gas metan (CH4) dan CO2 mulai menurun. Pada komposisi CH54% dan CO27% maka biogas akan menyala.
5.      Pada hari ke-14 gas yang terbentuk dapat digunakan untuk menyalakan api pada kompor gas atau kebutuhan lainnya. Mulai hari ke-14 ini kita sudah bisa menghasilkan energi biogas yang selalu terbarukan. Biogas ini tidak berbau
seperti bau kotoran sapi. Selanjutnya, digester terus diisi lumpur kotoran sapi secara kontinu sehingga dihasilkan biogas yang optimal

1.1.0 Gambar instalasi biogas

Manfaat biogas
1. Pengolahan kotoran ternak, limbah sisa makanan menjadi biogas selain menghasilkan gas metan
2 .untuk memasak juga, mengurangi pencemaran lingkungan.
3. menghasilkan pupuk organik padat dan pupuk organik cair
4. sebagai pembangkit listrik
4.Dan yang lebih penting lagi adalah mengurangi ketergantungan terhadap pemakaian   bahan bakar minyak bumi yang tidak bisa diperbaharui

Mari kita semua yang mencintai alam melestarikan energi alternative yang ramah lingkungan

Kamis, 06 September 2012

Kimia Dasar : Senyawa Gas Mulia

Helium, Neon dan Argon pada awalnya sangat sukar untuk ditemukan senyawanya karena unsur-unsur tersebut diketahui memiliki energi ionisasi yang sangat tinggi. Walaupun unsur-unsur tersebut juga telah diketahui senyawanya.
Xenon, Xe, bereaksi dengan unsur yang paling elektronegatif, misalnya fluorin, oksigen, dan khlorin dan dengan senyawa yang mengandung unsur-unsur ini, misalnya platinum fluorida, PtF6. Walaupun senyawa xenon pertama dilaporkan tahun 1962 sebagai XePtF6, penemunya N. Bartlett, kemudian mengoreksinya sebagai campuran senyawa Xe[PtF6]x (x= 1-2). Bila campuran senyawa ini dicampurkan dengan gas fluorin dan diberi panas atau cahaya, flourida XeF2, XeF4, dan XeF6 akan dihasilkan. XeF2 berstruktur bengkok, XeF4 bujur sangkar, dan XeF6 oktahedral terdistorsi. Walaupun preparasi senyawa ini cukup sederhana, namun sukar untuk mengisolasi senyawa murninya, khususnya XeF4.
Hidrolisis fluorida-fluorida ini akan membentuk oksida. XeO3 adalah senyawa yang sangat eksplosif. Walaupun XeO3 stabil dalam larutan, larutannya adalah oksidator sangat kuat.
Tetroksida XeO4, adalah senyawa xenon yang paling mudah menguap.  M[XeF8] (M adalah Rb dan Cs) sangat stabil tidak terdekomposisi bahkan dipanaskan hingga 400° C sekalipun. Jadi, xenon membentuk senyawa dengan valensi dua sampai delapan.  Fluorida-fluorida ini digunakan juga sebagai bahan fluorinasi.
Walaupun Kripton dan Radon diketahui juga membentuk senyawa, senyawa kripton dan radon jarang dipelajari karena ketidakstabilannya dan sifat radioaktifnya yang membuat penanganannya sukar.
Berikut ini disajikan tabel tentang senyawa-senyawa Gas Mulia
Unsur Gas Mulia
Senyawa Gas Mulia yang telah disintesis
Helium
HeNe, HgHe, WHe, HHeF, CsFHeO, N(CH3)4FHeO
Neon
(NeAr)+, (NeH)+, (HeNe)+
Argon
HArF
Kripton
KrF2, KrXe+, Kr(OTeF5)2, HKrCN
Xenon
XeF2, XeF4, XeF6, XeCl2, XeO2, XeO3, XeO4, XeOF2, XeOF4, XeO2F2, XeO3F2, Na4XeO6, dll
Radon
RnF2, RnF6, [RnF]+, RnCO, RnXe,


Rabu, 05 September 2012

Kimia Dasar ; Gravimetri

Analisis Gravimetri
  • Analisis gravimetri merupakan analisis kuantitatif metode klasik.
  • Sampel/bahan/analat direaksikan, kemudian hasil reaksi ditimbang untuk menentukan jumlah zat/komponen yang dicari.
  • Contoh : penentuan Ag dalam suatu bahan.
  • Bahan tersebut direaksikan sehingga terbentuk endapan garam perak, kemudian endapannya dimurnikan lalu ditimbang. Misalkan bentuk yang ditimbang itu ialah AgCl, maka dari hasil timbangan itu dapat dihitung banyaknya Ag dalam bahan.
  • Tidak semua cara gravimetri didasarkan pada pembentukan endapan, ada juga yang didasarkan pada pengusiran suatu komponen sebagai gas, lalu hasil reaksi itu ditimbang. Misalnya, penentuan karbonat dapat dilakukan dengan penambahan asam, sehingga karbonat terurai menjadi gas CO2 lalu gas CO2 ini ditangkap dan ditimbang.
  • Gravimetri merupakan cara analisis tertua dan paling murah. Hanya saja gravimetri memerlukan waktu yang relatif lama dan hanya dapat digunakan untuk kadar komponen yang cukup besar
Dasar-dasar Analisis Gravimetri
  • Analisis gravimetri merupakan salah satu metode analisis kuantitatif dengan penimbangan.
  • Tahap awal analisis gravimetri adalah pemisahan komponen yang ingin diketahui dari komponen-komponen lain yang terdapat dalam suatu sampel kemudian dilakukan pengendapan.
  • Pengukuran dalam metode gravimetri adalah dengan penimbangan, banyaknya komponen yang dianalisis ditentukan dari hubungan antara berat sampel yang hendak dianalisis, massa atom relatif, massa molekul relatif dan berat endapan hasil reaksi.
  • Analisis gravimetri dapat dilakukan dengan cara pengendapan, penguapan dan elektrolisis.
a.   Metode Pengendapan
Suatu sampel yang akan ditentukan secara gravimetri  :
  • mula-mula ditimbang secara kuantitatif,
  • dilarutkan dalam pelarut tertentu
  • diendapkan kembali dengan reagen tertentu.
  • Senyawa yang dihasilkan harus memenuhi sarat yaitu memiliki kelarutan sangat kecil sehingga bisa mengendap kembali dan dapat dianalisis dengan cara menimbang.
  • Endapan yang terbentuk harus berukuran lebih besar dari pada pori-pori alat penyaring (kertas saring),
  •  Endapan tersebut dicuci dengan larutan elektrolit yang mengandung ion sejenis dengan ion endapan.
  • Hal ini dilakukan untuk melarutkan pengotor yang terdapat dipermukaan endapan dan memaksimalkan endapan. Endapan yang terbentuk dikeringkan pada suhu 100 – 130oC atau dipijarkan sampai suhu 800oC tergantung suhu dekomposisi dari analit.
  • Pengendapan kation misalnya, pengendapan sebagai garam sulfida, pengendapan nikel dengan DMG, pengendapan perak dengan klorida atau logam hidroksida dengan mengatur pH larutan.
  • Penambahan reagen dilakukan secara berlebihan untuk memperkecil kelarutan produk yang diinginkan.
b.  Metode Penguapan
  • Metode penguapan dalam analisis gravimetri digunakan untuk menetapkan komponen-komponen dari suatu senyawa yang relatif mudah menguap.
  • Cara yang dilakukan dalam metode ini dapat dilakukan dengan cara pemanasan dalam gas tertentu atau penambahan suatu pereaksi tertentu sehingga komponen yang tidak diinginkan mudah menguap atau penambahan suatu pereaksi tertentu sehingga komponen yang diinginkan tidak mudah menguap.
  • Metode penguapan ini dapat digunakan untuk menentukan kadar air (hidrat) dalam suatu senyawa atau kadar air dalam suatu sampel basah. Berat sampel sebelum dipanaskan merupakan berat senyawa dan berat air kristal yang menguap. Pemanasan untuk menguapkan air kristal adalah 105-130 oC, garam-garam anorganik banyak yang bersifat higroskopis sehingga dapat ditentukan kadar hidrat/air yang terikat sebagai air kristal

c.  Metode Elektrolisis
  • Metode elektrolisis dilakukan dengan cara mereduksi ion-ion logam terlarut menjadi endapan logam. Ion-ion logam berada dalam bentuk kation apabila dialiri dengan arus listrik dengan besar tertentu dalam waktu tertentu maka akan terjadi reaksi reduksi menjadi logam dengan bilangan oksidasi nol.
  • Endapan yang terbentuk selanjutnya dapat ditentukan berdasarkan beratnya, misalnya mengendapkan tembaga terlarut dalam suatu sampel cair dengan cara mereduksi. Cara elektrolisis ini dapat diberlakukan pada sampel yang diduga mengandung kadar logam terlarut cukup besar seperti air limbah.
Beberapa keuntungan analisa secara gravimetri:
1.  Waktu analisis
  • Dibandingkan dengan kebanyakan cara analisis, gravimetri menguntungkan karena tidak memerlukan alat-alat yang terkalibrasi (kecuali neraca) dan standardisasi.
  • Waktu yang diperlukan untuk analisis dibedakan menjadi dua macam, yaitu waktu total dan waktu kerja.
1.  Waktu total (elapsed time) ialah waktu mulai awal pekerjaan sampai selesai sepenuhnya, sedangkan
2.  waktu kerja adalah jumlah waktu yang benar-benar digunakan untuk melakukan pekerjaan.

2.    Kepekaan analisis gravimetri
  • Kepekaan analisis sering dibatasi oleh alat-alat yang digunakan.  Dengan neraca yang sesuai dan terkalibrasi maka berat endapan dapat ditentukan dengan tingkat kesalahan yang sangat kecil.
  • Kepekaan analisis gravimetri lebih ditentukan oleh kesulitan untuk memisahkan endapan yang hanya sedikit dari lautan yang cukup besar volumenya.
  • Dapat terjadi kesalahan karena kelarutan,
3.    Ketepatan analisis gravimetri
  • Secara umum sulit untuk membicarakan ketepatan (accuracy) ini.  Pengaruh sumber-sumber kesalahan tidak sama pada semua zat Misalnya dalam penentuan kadar besi, kesalahan hanya beberapa ppm jika tidak terdapat logam-logam berat lain dalam analat.
Sebaliknya, kesalahan akan meningkat menjadi % jika disamping besi, bahan juga mengandung kation divalen seperti Zn, Ni, atau Cu karena terjadi kopresipitasi.
  • Untuk bahan tunggal dengan kadar lebih dari 1% ketepatan analisa gravimetri jarang dapat ditandingi oleh cara-cara lain.
Sumber-sumber kesalahan analisis gravimetri
  • Metode tidak sesuai (kadar terlalu rendah)
  • Penyiapan contoh tidak tepat: tercemar, tidak mencerminkan keseluruhan bahan, contoh berubah selama penyimpanan.
  • Penimbangan: pengeringan bahan/wadah belum cukup, cara menimbang salah.
  • Kurang sempurna melarutkan komponen yang dicari.
  • Bahan pengganggu tidak tersingkir seluruhnya, atau penyingkiran penggangu menyebabkan komponen yang dicari ikut hilang.
  • Pengendapan, penyaringan dan pencucian : pengendapan belum sempurna, kontaminasi karena endapan lain, kehilangan endapan sewaktu menyaring dan karena air pencuci.
  • Pemijaran dan pengeringan endapan: belum tercapai bentuk penimbangan yang tepat, kertas saring belum habis terbakar, penguraian endapan karena pemijaran/pemanasan berlebihan, kerusakan wadah pengeringan/pemijaran, reduksi endapan oleh kertas saring, penyerapan H2O dari udara atau dari bahan pengering yang sudah jenuh.
  • Perhitungan tidak tepat.
  • Teknik Analisis Gravimetri
    Metode Penguapan
Metode penguapan  dapat digunakan untuk menentukan kadar air (hidrat) dalam suatu senyawa atau kadar air dalam suatu sampel
  • Bahan yang dianalisa mengandung air dalam jumlah tidak  menentu.
  • Jumlah air yang terkandung sering tergantung dari perlakukan yang dialami bahan, kelembaban udara yang disimpannya dan lain sebagainya.
  • Kemungkinan kesalahan pada penentuan kadar air adalah adanya bahan lain yang mudah menguap dan ikut menguap bersama-sama dengan air sewaktu dipanaskan.
Macam-macam Kandungan Air
1.    Air yang terikat secara fisik
Untuk menghilangkan air yang terikat secara fisik diperlukan pemanasan pada suhu rendah. Umumnya suhu 100 – 105°C.
  1. Air terlarut yaitu air dalam bahan padat yang seakan-akan larut dalam bahan tersebut.
  • Bila keadaannya setimbang, air tersebut terdapat homogen dalam bahan.
  • Pemanasan suhu tinggi seringkali kurang berhasil karena air ini harus berdifusi dari bagian dalam melalui bahan padat dan proses ini berjalan lambat.
  • Penyebaran air tidak homogen dan jumlahnya tidak tentu tergantung cara pembentukan padatan tersebut.
  • Pada suhu 100°C pengeringan berjalan lambat dan akan berjalan cepat pada suhu lebih tinggi.
  •  Endapan yang terbentuk dalam larutan pada umumnya mengandung air oklusi.
  • Air ini mengadakan kesetimbangan dengan udara sekitar maka jumlahnya tergantung kelembaban lingkungannya atau suhu.
  •  Semakin halus butir-butir padatan, semakin banyak air yang teradsorpsi karena luas permukaan per satuan berat bertambah.
  • Gaya adsorpsi air pada permukaan berbeda-beda tergantung bahan sehingga pengeringan tidak akan sama untuk semua jenis bahan.
  1. Air oklusi yaitu air yang terkurung dalam rongga-rongga di antara butiran-butiran zat padat atau rongga-rongga dalam kristal.
  1. Air adsorpsi yaitu air yang terikat pada permukaan.
2.  Air yang terikat secara kimia
  • Air yang terikat secara kimia jumlahnya tertentu menurut suatu perbandingan berat yang tergantung jenis bahan.
  • Energi   mengikat air yang terikat secara kimia lebih besar sehingga diperlukan suhu yang lebih tinggi untuk menghilangkannya.
  1. Air kristal atau air hidratasi yaitu air yang terikat sebagai molekul atau ion-ion dalam kristal.
  • Air ini berbentuk H2O contohnya CuSO4.5H2O, BaCl2.2H2O dan sebagainya. Pembentukan air kristal banyak digunakan dalam eksikator untuk pengeringan
b. Air konstitusi yaitu air yang merupakan bagian dari molekul zat padat tetapi tidak berbentuk H2O
bila padatan itu terurai maka H dan O akan keluar membentuk H2O.
Contohnya :  gula bila diberi asam sulfat pekat akan  :
  • mengeluarkan H2O dan meninggalkan arang, Ca(OH)2 yang bila dipanaskan akan terurai menjadi CaO dan H2O,
  • NaHCO3 akan terurai menjadi Na2CO3 + H2O + CO2.
  • Air yang terkandung dalam suatu bahan dapat terbentuk dalam berbagai jenis sehingga dalam satu kali pemanasan dapat menghilangkan beberapa jenis air.
  •  Pengeringan berdasarkan pemanasan pada umumnya dilakukan pada suhu paling rendah yang dimungkinkan untuk mencegah penguraian bahan, penguapan bahan lain atau terjadi reaksi sampingan.
Analisis Kadar Air
  • Penentuan kadar air tergantung dari sifat bahan.
  • Pada umumnya mengeringkan pada suhu 105 – 110 oC selama 3 jam atau sampai didapat berat konstan dalam oven.
  • Selisih berat sebelum dan sesudah pengeringan adalah banyaknya air yang diuapkan.
  • Untuk bahan tidak tahan panas seperti yang berkadar gula tinggi, minyak, daging, kecap, dilakukan pada kondisi vakum dengan suhu lebih rendah.
  • Kadang-kadang pengeringan dilakukan tanpa pemanasan, bahan dimasukan ke dalam eksikator dengan H2SO4 pekat sebagai pengering hingga didapat berat konstan.
  • Bahan dengan kadar air tinggi dan mengandung senyawa yang mudah menguap (seperti susu, sayuran) penentuannya dengan cara destilasi dengan pelarut tertentu misalnya toluen, xilol dan heptana yang berat jenisnya rendah.
  •  Contoh/bahan/sampel dimasukan ke dalam tabung bola kemudian dipanaskan.
  • Air dan pelarut menguap, diembunkan dan jatuh pada tabung Aufhauser yang berskala.
  •  Air yang mempunyai berat jenis tinggi berada di bawah sehingga dapat dibaca pada skala tabung Aufhauser tersebut.
  • Untuk bahan dengan kadar gula tinggi, kadar airnya dapat diukur dengan menggunakan refraktometer disamping menentukan padatan terlarutnya pula.
  •  Dalam hal ini air dan gula dianggap sebagai komponen-komponennya yang mempengaruhi indeks refraksi.
Prinsip Penentuan kadar air cara pengeringan  : menguapkan air yang ada dalam bahan dengan cara pemanasan. Bahan ditimbang hingga berat konstan yang dapat diartikan semua air sudah teruapkan. Cara ini relatif mudah dan murah.
  • Penguapan dapat dipercepat dan reaksi yang menyebabkan terbentuknya air atau reaksi lain dapat dicegah dengan melakukan pemanasan pada suhu rendah dan tekanan vakum.
  • Bahan-bahan yang mempunyai kadar gula tinggi akan mengalami pengerakan pada permukaan bahan bila dipanaskan pada suhu ± 100 °C.
Beberapa hal penting dari metode penguapan ini adalah :
  • lamanya pemasanan.
  • Jika bahan harus dipanaskan pada 105 °C selama 3 jam, maka harus kita perhatikan agar oven benar-benar sudah mencapai suhu 105 °C sebelum bahan dimasukkan ke dalamnya.
  • sedapat mungkin oven jangan dibuka lagi sebelum berlangsung 3 jam
  • Suatu bahan yang telah mengalami pengeringan akan bersifat lebih higroskopis daripada bahan asalnya.
  • Selama pendinginan sebelum penimbangan, bahan harus selalu ditempatkan dalam ruang tertutup kering misalnya eksikator atau desikator yang telah diberi zat penyerap air.
  •  Penyerap air/uap air yang dapat digunakan antara lain kapur aktif, silika gel, asam sulfat, aluminium oksida, kalium klorida, kalium hidroksida, kalium sulfat atau barium sulfat. Silika gel lebih sering digunakan karena memberikan perubahan warna saat jenuh dengan air/uap air.
Hal lain yang  perlu diperhatikan dalam penetapan kadar air dengan penguapan adalah:
  • 1. Padatan yang akan dikeringkan hendaknya dihaluskan hingga sehalus mungkin
  • 2. Padatan itu disebar merata dalam botol timbang sehingga tingginya sama
  • 3. Bila botol timbang bertutup, maka selama pemanasan botol dalam keadaan terbuka, tetapi setelah selesai pemanasan hendaknya selalu tertutup sampai selesai ditimbang.

Kimia Dasar : Termodinamika

Termodinamika Kimia
—  Cabang ilmu kimia yang mempelajari hubungan kalor, kerja dan bentuk lain dengan kesetimbangan dalam reqksi kimia, perubahan keadaan dan pembentukan larutan.
erat hubungannya dengan
—  Termokimia : pengukuran dan penafsiran perubahan kalor yang menyertai reaksi kimia, perubahan keadaan dan pembentukan larutan.
Definisi :
—  Termokimia dapat didefinisikan sebagai bagian ilmu kimia yang mempelajari dinamika atau perubahan reaksi kimia dengan mengamati panas/termal nya saja.
—  Salah satu terapan ilmu ini dalam kehidupan sehari-hari ialah reaksi kimia dalam tubuh kita dimana produksi dari energi-energi yang dibutuhkan atau dikeluarkan untuk semua tugas yang kita lakukan.
Hukum Termodinamika I (Hkm Kekekalan Energi) :
—  Energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan, manusia hanya mampu mengubah bentuk energi satu menjadi bentuk energi lain.
U   =  q   +  w
—  ∆U = perubahan energi dalam reaksi …….(joule)
—  q    = kalor ………………………………(joule)
—  w   =  kerja yang dilakukan sistem  ……..(joule)
                                Joule dapat disimbolkan dengan J
—  Kerja dapat dituliskan sebagai kerja volume dengan rumus :

—  w = kerja …………………….(J)
—  p  = tekanan ………………..(atm)
—  V = volume ………………….(liter)
Tanda minus diberikan agar sesuai dengan aturan  bahwa kerja akan diberi notasi positif jika dikenal pada sistem, dan diberi notasi negatif, jika sistem melakukan kerja.
—  Satuan internasional standar untuk energi yaitu Joule (J) diturunkan dari energi kinetik.
—  Satu joule = 1 kgm2/s2. Setara dengan jumlah energi yang dipunyai suatu benda dengan massa 2 kg dan kecepatan 1 m/detik (bila dalam satuan Inggris, benda dengan massa
4,4 lb dan kecepatan 197 ft/menit atau 2,2 mile/jam).
1 J = 1 kg m2/s2
—  Dengan diterimanya SI, sekarang juga joule (atau kilojoule) lebih disukai dan kalori didefinisi ulang dalam satuan SI.
—  Sekarang kalori dan kilokalori didefinisikan secara eksak sebagai berikut :
1 kal = 4,184 J
1 kkal = 4,184 kJ
Contoh :
—  Pembakaran dari bahan bakar seperti minyak dan batu bara dipakai untuk pembangkit listrik.
—  Bensin yang dibakar dalam mesin mobil akan menghasilkan kekuatan yang menyebabkan mobil berjalan.
—  Bila kita mempunyai kompor gas berarti kita membakar gas metan (komponen utama dari gas alam) yang menghasilkan panas untuk memasak.
—  Dan melalui urutan reaksi yang disebut metabolisme, makanan yang dimakan akan menghasilkan energi yang kita perlukan untuk tubuh agar berfungsi.
—  Hampir semua reaksi kimia selalu ada energi yang diambil atau dikeluarkan.
—  Mari kita periksa terjadinya hal ini dan bagaimana kita mengetahui adanya perubahan energi.
—  Misalkan akan melakukan reaksi kimia dalam suatu tempat tertutup sehingga tak ada panas yang dapat keluar atau masuk kedalam campuran reaksi tersebut.
—  Atau reaksi dilakukan sedemikian rupa sehingga energi total tetap sama.
—  Juga misalkan energi potensial dari hasil reaksi lebih rendah dari energi potensial pereaksi sehingga waktu reaksi terjadi ada penurunan energi potensial.


Sistem dan lingkungan

Klasifikasi sistem berdasarkan pertukaran energi:
—  Sistem terisolasi, bila dengan lingkungan tidak dapat mempertukarkan materi/energi
—  Sistem tertutup, bila hanya dapat mempertukarkan energi saja dengan lingkungan.
—  Sistem terbuka, bila dengan lingkungan dapat bertukar energi maupun materi.
Panas reaksi dan termokimia
—  Pelajaran mengenai panas reaksi dinamakan termokimia yang merupakan bagian dari cabang ilmu pengetahuan yang lebih besar yaitu termodinamika.
—  Sistim adalah sebagian dari alam semesta yang sedang kita pelajari.
—  Mungkin saja misalnya suatu reaksi kimia yang terjadi dalam suatu gelas kimia.
—  Di luar sistim adalah lingkungan.
Reaksi eksoterm dan endoterm
—  Perubahan panas atau kalor dalam suatu sistem dapat ditandai dengan berkurang atau bertambahnya suhu lingkungan.
—  Reaksi eksoterm merupakan reaksibyang mengeluarkan panas ke lingkungan, dengan demikian suhu        lingkungan mengalami kenaikan.
—  Reaksi endoterm merupakan reaksi yang membutuhkan panas.
—  Pada reaksi endoterm sistem menyerap panas sehingga suhu lingkungan menjadi dingin.



Reaksi eksoterm
—  Pada reaksi eksoterm terjadi perpindahan kalor dari sistem kelingkungan atau pada reaksi tersebut dikeluarkan panas.
—  Pada reaksi eksoterm harga ∆ H = negatif ( – )
Contoh :
—  C(s) + O2(g) à  CO2(g) + 393.5 kJ ;
∆ H = -393.5 kJ
Reaksi Eksoterm
—  Reaksi Pebakaran
1. PembakarMan gas dapur
C3H8(g) + 3O2(g) à 3CO2(g) + 4H2O(l)
2. Pembakaran kawat magnesium (Mg)
2 Mg(s) + O2(g) à 2MgO(s)
—  Reaksi Penetralan
1.   Netralisasi asam klorida dengan natrium         hidroksida
HCl(aq) + NaOH(aq) à NaCl(aq) + H2O(l)
2.   Netralisasi  asam sulfat dengan kalium             hidroksida
H2SO4(aq) + 2KOH(aq) à K2SO4(aq) + 2H2O(l)
—  Pelarutan garam alkali dalam air
1.  NaOH(s) + H2O(l) à  NaOH(aq)
2.  CaO(s) +  H2O(l) à Ca(OH)2(aq)
—  Pengenceran asam pekat
1.  H2SO4(pekat)  + H2O(l) à  H2SO4(aq)
2.  HNO3(pekat) + H2O(l) à  HNO3(aq)
—  Reaksi Logam alkali dengan air
1.  2Na(s) + H2O(l) à 2NaOH(aq) + H2(g)
2.  2K(s) + 2H2O(l) à 2KOH(aq)  +  H2(g)
Reaksi Endoterm
  1. Penguraian garam karbonat
CaCO3 à  CaO(s)  +  CO2(g)
  1. Pelarutan garam nitrat
KNO3(s)  +  H2O(l)  à  KNO3(aq)
  1. Pelarutan garam ammonium nitrat
NH4NO3(s)  + H2O(l)  à  NH4NO3(aq)
Reaksi Endoterm
—  Pada reaksi endoterm terjadi perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem atau pada reaksi tersebut dibutuhkan panas.
—  Pada reaksi endoterm harga ∆ H = positif ( + )
Contoh :
—  CaCO3(s) à CaO(s) + CO2(g) – 178.5 kJ ; ∆ H = +178.5 kJ

Proses eksoterm dan proses endoterm
Entalpi (H) dan perubahan entalpi (∆ H)
Kalorimeter Bomb


Kalorimeter Bomb
—  Reaksi yang terjadi dalam ”kalorimeter bomb” berada pada volume yang tetap karena bejana bomb tak dapat membesar atau mengecil. Berarti bila gas terbentuk pada reaksi di sini, tekanan akan membesar maka tekanan pada sistim dapat berubah.
—  Karena pada keadaan volume yang tetap maka panas reaksi yang diukur dengan kalorimeter bomb disebut panas reaksi pada volume tetap.
—  Panas reaksi pada tekanan tetap disebut perubahan entalpi dan reaksi dan diberikan dengan simbol ∆H.
Definisinya :
                     ∆H = Hakhir – Hmula-mula
—  ∆H, keadaan entalpi H, mula-mula dan akhir (yang sebenarnya berhubungan dengan jumlah energi yang ada pada keadaan ini) tak dapat diukur. Ini disebabkan karena jumlah energi dari sistem termasuk jumlah dari semua energi kinetik dan energi potensialnya.
Istilah yang digunakan pada perubahan entalpi :
1. Entalpi Pembentukan Standar (∆Hf):
—  ∆H untuk membentuk 1 mol persenyawaan langsung dari unsurunsurnya yang diukur pada 298 K dan tekanan 1 atm.
—  Contoh : H2(g) + 1/2 O2(g) àH2O (l) ;
                                                ∆Hf = -285.85 kJ
2. Entalpi Penguraian Standar (∆Hd ): :
—  ∆H dari penguraian 1 mol persenyawaan langsung menjadi
unsur-unsurnya (= Kebalikan dari ∆H pembentukan).
—  Contoh : H2O(l) à H2(g) + 1/2 O2(g) ;  ∆Hd = +285.85 kJ.
3. Entalpi Pembakaran Standar  (∆Hc)
—  ∆H untuk membakar 1 mol persenyawaan dengan O2 dari udara yang diukur pada 298 K dan tekanan 1 atm. Satuan  ∆Hcadalah kj/mol.
1.  Karbon (C) terbakar sempurna menjadi CO2
2.   Hidrogen (H) terbakar sempurna menjadi H2O
               
Contoh:
                CH4(g) + 2O2(g) à CO2(g) + 2H2O(l) ; ∆Hc= – 802 kJ.
4. Entalpi Reaksi:
—  ∆H dari suatu persamaan reaksi di mana zat-zat yang terdapat dalam persamaan reaksi dinyatakan dalam satuan mol dan koefisien-koefisien persamaan reaksi bulat sederhana.
                Contoh: 2Al + 3H2SO4 à Al2(SO4)3 + 3H2 ; ∆H = -1468 kJ
5. Entalpi Netralisasi:
—  ∆H  yang dihasilkan (selalu eksoterm) pada reaksi penetralan asam atau basa.
                Contoh:
                NaOH(aq) + HCl(aq) à NaCl(aq) + H2O(l)  ; ∆H = -890.4 kJ/mol
6. Hukum Lavoisier-Laplace
—  “Jumlah kalor yang dilepaskan pada pembentukan 1 mol zat dari unsur-unsurnya sama dengan jumlah kalor yang diperlukan untuk menguraikan zat tersebut menjadi unsur-unsur pembentuknya.“  Artinya : Apabila reaksi dibalik maka tanda kalor yang terbentuk  juga dibalik dari positif menjadi negatif atau sebaliknya.
                Contoh:
—  N2(g) + 3H2 à 2NH3    ∆H = – 112 kJ
—  2NH3(g)  à N2(g) + 3H2(g) ;     ∆H = + 112 kJ
HUKUM HESS
—  Menghitung ∆H reaksi menggunakan Hukum Hess.
“Jika suatu reaksi berlangsung dalam dua tahap reaksi atau lebih, maka perubahan enthalpi untuk reaksi tersebut sama dengan jumlah perubahan entalpi dari semua tahapan.”
—  Hukum Hess juga berbunyi :
“Entalpi reaksi tidak tergantung pada jalan reaksi melainkan tergantung pada hasil akhir reaksi”
  1. Hukum Hess mengenai jumlah panas
  1. Contoh Soal :
Diketahui diagram siklus sebagai berikut :

Maka reaksinya bisa digambarkan sebagai berikut :
2S(s) + 2O2(g)  à  2SO2(g) ; ∆H1
                2SO2(g) + O2(g)  à 2SO3(g) ; ∆H2
                2S(s) + 3O2(g)  à 2SO3(g) ; ∆H3
                Jadi ∆H3  = ∆H1  + ∆H2
SIKLUS HESS

—  Karena entalpi adalah fungsi keadaan, maka besaran ∆H dari reaksi kimia tak tergantung dari lintasan yang dijalani pereaksi untuk membentuk hasil reaksi.
—  Untuk melihat pentingnya pelajaran mengenai panas dari reaksi ini, kita lihat perubahan yang sudah dikenal yaitu penguapan dari air pada titik didihnya.
—  Khususnya, kita perhatikan perubahan 1 mol cairan air, H2O(l) menjadi 1 mol air berupa gas, H2O(g) pada 1000C dan tekanan 1 atm.
Contoh :
Diketahui reaksi :
C(s) + O2(g)  à  CO2(g)          ∆H  = – 94 kJ (reaksi 1)
2H2(g) + O2(g) à  2H2O(g)    ∆H = – 136 kJ (Reaksi 2)
3C(s)  +  4H2(g) à  C3H8 (g)  ∆H  = – 24 kJ  (reaksi 3)
Tentukan ∆H pada reaksi  :
C3H8(g)  +  5O2 (g) à 3CO2(g)  + 4H2O(g)
Jawab :
—  Menyesuaikan masing-masing reaksi (1),(2), dan (3) dengan pertanyaan.
—  Lihatlah C3H8(g)  +  5O2 (g) à 3CO2(g) + 4H2O(g)
—  Reaksi (1) dikalikan 3 (agar CO2 menjadi 3CO2)
—  Reaksi (2) dikalikan 2 (agar  2H2O menjadi 4H2O)
—  Reaksi (3) dibalik, maka tanda H menjadi + (agar C3H8 menjadi disebelah kiri )
—  Jadi ;
3C(s) + 3O2 à 3CO2(g)     ∆H  = – 282 kJ
4H2(g) + 2O2 –> 4H2O(g) ∆H  = – 272 kJ
C3H8(g)  à 3C(s) + 4H2(g) ∆H  =    24 kJ       +
C3H8(g)+5O2(g)à3CO2(g)+4H2O(g) ∆H= – 530 kJ
  1. Berdasarkan Tabel entalpi Pembentukan
Kalor suatu reaksi juga dapat ditentukan dari data entalpi pembentukan (∆Hf) zat-zat pereaksi dan zat-zat hasil reaksi.
∆H reaksi  = ∆Hfproduk  - ∑ ∆Hfreaktan
Misalnya :
mAB + nCD à pAD + qCB   ∆H = ?
 ∆H reaksi   = (p. ∆Hf AD + q ∆Hf◦  CB)- (m ∆HfAB + n . ∆HfCD)
  1. Energi Ikatan
Reaksi kimia merupakan proses pemutusan dan pembentukan ikatan, proses ini selalu disertai perubahan energi.
Energi yang dibutuhkan untuk memutuskan 1 mol ikatan kimia dalam suatu molekul gas menjadi atom-atomnya dalam fase gas disebut  energi ikatan  atau energi disosiasi (D).
Untuk molekul kompleks, energi yang dibutuhkan untuk memecah molekul itu sehingga membentuk atom-atom bebas disebut energi atomisasi.

  1. Kalor Pembakaran Bahan Bakar
Reaksi kimia yang digunakan untuk menghasilkan energi adalah Reaksi Pembakaran, yaitu reaksi yang cepat antara bahan bakar dengan oksigen disertai terjadinya api.
Jenis bahan bakar : bahan bakar fosil (gas alam), minyak bumi, batu bara.

Potensi Energi Terbarukan

Energi merupakan kebutuhan dasar bagi kehidupan. Energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan, namun hanya dapat diubah dari suatu bentuk energi  ke bentuk energi yang lainnya. Tanpa adanya energi maka kehidupan tidak dapat berlangsung. 
Ironis sekali, dimana jumlah populasi manusia semakin bertambah sehingga mengakibatkan permintaan akan kebutuhan energi meningkat. Namun kenyataannya persediaan akan bahan bakar semakin menipis. Salah satu contoh permasalahan yang terjadi karena semakin berkurangnya sumber energi adalah dampak terhadap “Listrik”. Dimana-mana sudah mulai terjadi krisis listrik, misal di Indonesia. Pemadaman bergilir dilakukan nyaris setiap minggunya. Pemadaman ini dimaksudkan untuk menghemat biaya pengeluaran sumber daya energi.
Mengapa bisa demikaian? Karena listrik pada saat ini masih mengandalkan bahan sumber daya dari batu bara dan minyak bumi. Kita tahu bahan kedua sumber daya tersebut sangat terbatas jumlahnya. Berbagai macam cara dan upaya terus dilakukan untuk mengganti sumber energi utamanya yaitu gas dan minyak bumi agar tak habis.
Salah satunya adalah dengan mengembangkan aneka sumber energi alternatif, bisa disebut juga dengan energi terbarukan (renewable energy), seperti biogas, bioetanol, fuel cell, dan lain sebagainya.
Energi Terbarukan yaitu energi yang dapat diperbarui dan apabila dikelola dengan baik maka sumberdayanya tidak akan habis. Untungnya ternyata sumber energi tersebut ada disekitar kita, bermacam-macam dan tentunya ramah terhadap lingkungan. Misalnya :
Air
Kekuatan air sangat besar sekali, aliran air yang sangat kuat bahkan dapat menghancurkan bangunan-bangunan tinggi. Misal saat terjadi banjir bandang atau tsunami. Kekuatan tersebutlah yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Potensi air ini perlu pengelolaan sistem drainase yang baik, seperti pembuatan tampungan Artificial (waduk).
Matahari
Matahari dapat dimanfaatkan untuk pertanian guna memindahkan karbondioksida di atmosfer, heliokultur. Energi matahari yang diubah menjadi energi listrik dengan menggunakan sel surya atau dikenal juga dengan sebutan sel fotovoltaik. Contoh penggunaannya dalam sehari-hari yaitu untuk menghidupkan kalkulator.
Gelombang Air Laut
Pembangkit Listrik Tenaga Ombak (PLTO) didirikan di Yogyakarta, energi ombak dari gelombang air laut dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik. Prosesnya yaitu dengan memanfaatkan gerakan naik turun atau bergulung-gulungnya ombak tersebut menjadi suatu energi yang dimanfaatkan untuk menggerakan turbin untuk membangkitkan listrik.
Angin
Sama halnya seperti air, angin juga memiliki kekuatan yng sangat besar, terutama angin yang berada di tengah lautan. Perpindahan udara yang bergerak (angin) ini dapat menghasilkan energi kinetik yang dimanfaatkan untuk menggerakan kincir atau turbin.
Biogas
Biogas dihasilkan dari kotoran hewan, misal dari kotoran sapi. Selama ini, yang kita tahu kotoran sapi hanya bisa diolah menjadi pupuk. Kotoran sapi ternyata dapat diolah menjadi energi, dimana limbah tersebut membuat sebuah gas yang bisa diubah menjadi sumber energi. Para peneliti memanfaatkan bakteri khusus untuk mengurai kotoran sapi menjadi metana. Gas inilah yang nantinya bisa diolah menjadi sumber energi baru. Selain itu, dengan bakteri ini, pencemaran dari kotoran sapi, baik bau ataupun limbahnya, bisa dihilangkan.
Baterai
Baterai yang dimanfaatkan sebagai sumber energi pada alat transportasi. Sudah banyak perusahaan otomotif yang berlomba-lomba menciptakan sebuah kendaraan ramah lingkungan, hemat energi yang menggunakan baterai sebagai bahan bakarnya sebagai pengganti dari bahan bakar semisal premium, solar atau pertamax.
Hambatan Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan, yaitu :
Kontinuitas dari suplai energi yang tidak bisa dijamin, karena banyak berhubungan dengan alam, misal : debit air.
Masih memerlukan pengembangan teknologi diamana harga alatnya relatif mahal.
Harga keekonomian dari energi/daya listrik masih belum kompetitif.
Biaya investasi masih mahal karena pengembangan masih dalam skala kecil.
Pemanfaatan energi masih sebatas dimanfaatkan untuk listrik konsumtif dan belum untuk kegiatan produktif.
Dari beberapa hambatan yang telah dikemukakan di atas, pengembangan energi alternatif yang relatif dapat dikerjakan PLTM/H, karena :
Potensi mikro hidro sangat potensial di daerah Jawa serta penyebarannya cukup merata.
Ramah lingkungan, biaya yang relatif ekonomis, dan berpotensi  untuk dimanfaatkan untuk kegiatan produktif di desa-desa.
Cukup layak untuk dikembangkan secara komersil dan energi dapat dijual ke PLN.
Sumber :
http://id.shvoong.com/exact-sciences/physics/2018543-bagaimana-menemukan-energi-alternatif-pengganti/#ixzz1cqQMMIvU
http://www.andriewongso.com/awartikel-1287-AW_Corner-Energi_Alternatif_Dari_Kotoran_Sapi
http://www.scribd.com/doc/28539821/Kajian-Pemanfaatan-Pasta-Biji-Jarak-Jatropha-Curcas-l-Sebagai-Salah-Satu-Energi-Alter-Nat-If-Terbarukan
http://www.anneahira.com/macam-macam-energi-alternatif.htm
http://sarmibertis.wordpress.com/2011/07/24/potensi-pembangkit-listrik-tenaga-airplta-hidro-sebagai-energi-alternatif-dan-ramah-lingkungan/